Selasa, 08 Maret 2016

Citation dear you.

Kecewa

Maaf jika saya menjadi terlalu keras tanpa menyadari bahwa sebenarnya saya bukan siapa-siapa.

Ayo berkenalan dengannya. Ketika aku duduk di depanmu, dan kau bicara cinta. Saat kau duduk di depanku, dan kau bicara cinta. Hal lama yang menyertai kepergianmu. Aku sedang mencoba berdamai dengannya.

Ia menyelinap melalui celah-celah yang pernah tertutup untuk siapa saja, bahkan bagi kemungkinan-kemungkinan terbaik. Menjadi pencuri yang merampas dan pergi, kemudian meninggalkan pertanda bahwa ia pernah datang dan ada.

Betapa tidak bertanggungjawabnya perasaan ini, Sayang! Yang menyelimutiku dalam ketiadaan yang aku tahu pasti bertepi, namun yang tak kutahu adalah seberapa lama aku sanggup menahan. Kesian kalinya aku belajar, terlatih untuk pura-pura terlatih, dengan patah hatiku.

Kita beri nama apa untuk ini?
Setiap kenangan yang tak kau beri tempat di hatimu
Setiap jalan yang kau lalui namun tak pernah kau amati
Setiap detik yang kau habiskan namun tak pernah kau maknai

Aku bisa menyerah dan pergi. Namun aku enggan berlari. Karena terlalu lelah hanya akan mengingatkanku bahwa aku pernah begitu nyaman berada di dekatmu. Setiap debaran yang lebih kencang akan mengingatkan bahwa aku pernah begitu menantikan kehadiranmu. Setiap rasa sakit di bagian perutku hanya akan mengingatkan bahwa kau pernah menciptakan perasaan yang mereka sebut dengan 'seperti ada ribuan kupu-kupu di dalam perutku'.

Jadi, kita panggil saja dia dengan apa yang kau sebut Kecewa. Ya. Seperti caramu menyebutnya ketika aku menjadi seseorang yang tak kau mau, atau ketika semua adalah kesalahanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar